Ratusan Mahasiswa Ikuti Kuliah Umum Kewirausahaan UT, Direktur Inkubator Bisnis SBM ITB Bedah Cara Mengubah Ide Menjadi Bisnis Digital yang Bertahan Lama
TANGERANG SELATAN, 10 September 2026 — Universitas Terbuka (UT) melalui Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menyelenggarakan Kuliah Umum Program Pembelajaran di Luar Program Studi (PELURU) Skema Kewirausahaan Tahun Akademik 2026/2027 Ganjil, Kamis (10/9). Mengusung tema "Kewirausahaan di Era Digital: Inovasi, Penciptaan Nilai, dan Strategi Membangun Bisnis Berkelanjutan", kegiatan ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Agribisnis Universitas Terbuka, diikuti lebih dari 300 peserta.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Dekan FST UT, Dr. Subekti Nurmawati, M.Si., serta laporan dari Ketua Program Studi Agribisnis FST UT, Bayu Eka Wicaksana, M.P. Narasumber utama, Dr. Dina Dellyana, MBA., CBAP., CSM., CPC., Direktur Inkubator Bisnis Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), membawakan materi inti sebelum sesi diskusi dan tanya jawab.
Dalam paparannya, Dr. Dina menjelaskan bahwa kewirausahaan adalah kemampuan berpikir kreatif untuk melihat peluang yang tidak terlihat orang lain, lalu merealisasikannya menjadi sesuatu bernilai tambah. Ia menegaskan bahwa tidak semua ide baik otomatis menjadi peluang bisnis yang baik, peluang adalah ide yang telah teruji benar-benar dibutuhkan banyak orang secara berulang. Ia juga membedakan pedagang, yang berorientasi pada transaksi harian, dengan pengusaha, yang membangun perencanaan jangka panjang dan sistem agar bisnisnya terus bertumbuh, serta menekankan pentingnya growth mindset dalam menghadapi kegagalan dan kritik.
Materi selanjutnya membahas transformasi bisnis konvensional menuju bisnis digital yang ditandai oleh skala yang tumbuh lewat platform, ekosistem multi-arah, keputusan berbasis data real-time, serta siklus inovasi yang cepat dan eksperimentatif. Dr. Dina menekankan pula perbedaan antara mendigitalkan bisnis (bisnis konvensional yang menambahkan kanal digital seperti media sosial atau marketplace) dengan bisnis digital yang sejak awal lahir dan hanya mungkin ada karena teknologi.
Ia juga memperkenalkan kerangka desirability, feasibility, dan viability untuk menguji kelayakan sebuah bisnis, serta mengingatkan sejumlah pelajaran dari kegagalan startup, seperti membangun solusi sebelum memvalidasi masalah dan memaksakan skala usaha sebelum model bisnis matang, merujuk pada periode koreksi pendanaan startup atau "tech winter" di kawasan ASEAN.
Kuliah umum ditutup dengan tiga pesan utama: inovasi adalah fondasi yang harus hadir di setiap lini bisnis, nilai bisnis lahir dari jaringan dan ekosistem, serta keberlanjutan adalah syarat mutlak, bukan sekadar biaya tambahan, agar bisnis dapat bertahan jangka panjang. Mahasiswa didorong untuk memulai dari masalah nyata, membangun dan menguji MVP, merancang model bisnis sejak awal, serta memanfaatkan ekosistem pendukung seperti inkubator dan komunitas wirausaha.
DOKUMENTASI
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program PELURU Kewirausahaan UT, program pengembangan jiwa wirausaha mahasiswa, sekaligus sejalan dengan dorongan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) agar perguruan tinggi mengembangkan pendidikan kewirausahaan dan inkubasi bisnis bagi generasi muda. Skema Kewirausahaan menjadi salah satu skema unggulan yang bertujuan menumbuhkan wirausahawan muda yang inovatif, kreatif, dan siap menciptakan lapangan kerja.
