Mengembangkan Wawasan Global melalui 2026 Immersion Hub in Shanghai Open University Short Term International Student Program
Globalisasi telah membuka berbagai peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar lintas negara. Salah satu kesempatan tersebut saya peroleh melalui 2026 Immersion Hub in Shanghai Open University Short Term International Student Program yang diselenggarakan pada 29 Juni hingga 11 Juli 2026 di Shanghai Open University (SOU), Tiongkok. Program ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara dengan tujuan memperluas wawasan internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta memperkenalkan kebudayaan dan sistem pendidikan Tiongkok melalui berbagai kegiatan akademik maupun budaya.
Program dimulai pada tanggal 29 Juni 2026 dengan proses registrasi dan check-in di Lantian Hotel sebagai tempat akomodasi seluruh peserta. Keesokan harinya, peserta berangkat menuju kampus Shanghai Open University untuk mengikuti Opening Ceremony. Pada kegiatan pembukaan ini, pihak universitas memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan tujuan program, rangkaian kegiatan, serta kesempatan bagi peserta untuk saling mengenal. Setelah itu, peserta mengikuti kuliah umum mengenai Shanghai City Overview and Intercultural Workshop, yang membahas sejarah, perkembangan kota Shanghai. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai karakter masyarakat Tiongkok sekaligus mempersiapkan peserta agar lebih mudah beradaptasi selama mengikuti program.
Selama beberapa hari berikutnya, peserta mengikuti Chinese Language Class yang dilaksanakan secara rutin. Kelas bahasa Mandarin ini dirancang untuk memperkenalkan kosakata dasar, cara pengucapan, percakapan sederhana, serta pengenalan budaya melalui bahasa. Meskipun berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, pembelajaran ini sangat membantu peserta dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal, seperti saat menggunakan transportasi umum, berbelanja, maupun memesan makanan.
Program ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti berbagai kegiatan eksplorasi budaya di luar kampus. Salah satunya adalah kunjungan ke Shanghai Museum East, yang menyimpan berbagai koleksi artefak bersejarah, mulai dari keramik, kaligrafi, perunggu kuno, hingga karya seni klasik Tiongkok. Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung perkembangan peradaban Tiongkok dari masa ke masa sekaligus memahami pentingnya pelestarian warisan budaya.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi The Bund, salah satu ikon kota Shanghai yang memperlihatkan perpaduan bangunan berarsitektur klasik dengan gedung-gedung pencakar langit modern di kawasan Pudong. Pemandangan tersebut menunjukkan bagaimana Shanghai mampu mempertahankan nilai sejarah di tengah perkembangan kota yang sangat pesat.
Pada kegiatan Cultural Walk, peserta mengunjungi kawasan Xintiandi dan Yuyuan Tourist Mart. Xintiandi merupakan kawasan yang memadukan bangunan bersejarah dengan pusat gaya hidup modern, sedangkan Yuyuan Tourist Mart menawarkan pengalaman menikmati suasana pasar tradisional yang dipenuhi berbagai kerajinan tangan, kuliner khas, serta arsitektur klasik Tiongkok. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal kehidupan masyarakat lokal secara lebih dekat sekaligus memahami bagaimana budaya tradisional tetap dipertahankan di tengah modernisasi.
Kegiatan budaya lainnya adalah Musical Journey, yaitu workshop yang memperkenalkan berbagai alat musik tradisional Tiongkok beserta sejarah dan makna budayanya. Peserta berkesempatan menyaksikan pertunjukan musik tradisional secara langsung sekaligus mencoba beberapa instrumen yang digunakan. Selain itu, terdapat workshop Chinese Painting, yang mengajarkan teknik dasar melukis menggunakan gaya tradisional Tiongkok, Chinese Dance yang memperkenalkan gerakan tari tradisional beserta nilai budaya yang terkandung di dalamnya, serta workshop Tai Chi, yaitu seni bela diri sekaligus olahraga tradisional yang mengajarkan keseimbangan tubuh, konsentrasi, dan ketenangan pikiran. Melalui berbagai workshop tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa kebudayaan Tiongkok tidak hanya dipelajari melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung.
Menjelang akhir program, seluruh peserta dibagi ke dalam kelompok internasional untuk menyusun final report berdasarkan pengalaman dan pembelajaran yang telah diperoleh selama mengikuti kegiatan. Proses penyusunan laporan dilakukan melalui diskusi kelompok yang melibatkan peserta dari berbagai negara. Kegiatan ini melatih kemampuan bekerja sama dalam lingkungan multikultural, meningkatkan kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dalam menyampaikan ide dan gagasan.
Pada tanggal 10 Juli 2026, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di hadapan dosen dan peserta lainnya. Presentasi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman, bertukar perspektif, serta menunjukkan hasil kolaborasi selama mengikuti program. Setelah seluruh presentasi selesai, kegiatan ditutup melalui Closing Ceremony and Certificate Awarding, yaitu penyerahan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi seluruh peserta. Acara kemudian dilanjutkan dengan Farewell Gathering, yang menjadi momen perpisahan sekaligus mempererat hubungan yang telah terjalin selama program berlangsung.
Mengikuti program ini memberikan banyak pengalaman yang sangat berharga, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri. Saya memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai budaya, sistem pendidikan, dan kehidupan masyarakat Tiongkok. Selain itu, saya juga belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi perbedaan bahasa, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan peserta dari berbagai negara. Interaksi yang terjalin selama program juga memperluas jaringan pertemanan internasional dan membuka wawasan mengenai keberagaman budaya dunia.
Bagi saya sebagai mahasiswa Agribisnis, pengalaman ini memberikan perspektif baru bahwa pengembangan sektor pertanian tidak hanya memerlukan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan kemampuan komunikasi global, kolaborasi lintas budaya, serta keterbukaan terhadap inovasi dan teknologi. Berbagai pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan di masa depan.
Program ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan sekaligus memotivasi saya untuk terus mengembangkan diri, memperluas wawasan global, serta membawa semangat kolaborasi internasional dalam perjalanan akademik maupun profesional di masa mendatang.
Pengalaman Internasional & Kolaborasi Lintas Budaya
Pengalaman belajar di Shanghai Open University memperkuat komitmen Universitas Terbuka dalam membentuk mahasiswa yang berdaya saing global, inklusif, dan siap menjadi agen perubahan di tingkat internasional.
"Pengembangan sektor agribisnis tidak hanya memerlukan kemampuan teknis, tetapi juga komunikasi global, kolaborasi lintas budaya, dan keterbukaan terhadap inovasi dunia."


