UT Perkuat Layanan Pendidikan Inklusif melalui Pemantauan TTM di Lapas Kelas I Madiun
Universitas Terbuka (UT) melaksanakan pemantauan Tutorial Tatap Muka (TTM) dan lokasi praktik bagi mahasiswa warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun pada 4 sampai 6 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari penjaminan mutu layanan akademik UT untuk memastikan bahwa mahasiswa dengan keterbatasan akses dan mobilitas tetap memperoleh layanan pendidikan tinggi yang berkualitas sesuai dengan standar akademik yang berlaku.
Ikhtisar Kegiatan
Waktu
4 sampai 6 Oktober 2026
Lokasi
Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun
Fokus Pemantauan
TTM mata kuliah TAPS, interaksi tutor dan mahasiswa, serta kesiapan sarana praktik
Tindak Lanjut
Pendampingan teknis Silayar bagi tutor dan pemetaan riwayat akademik mahasiswa
Fokus Pemantauan
Pemantauan difokuskan pada pelaksanaan TTM untuk mata kuliah Tugas Akhir Program Studi (TAPS), khususnya UKT, interaksi antara tutor dan mahasiswa, serta kesiapan sarana yang mendukung pembelajaran dan praktik mata kuliah. Pengamatan langsung juga dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi penyelenggaraan pembelajaran dan kebutuhan yang perlu ditindaklanjuti bersama oleh UT, tutor, dan pihak Lapas Kelas I Madiun.
Pemanfaatan Platform Silayar
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan platform Silayar dalam TTM. Pengaturan jadwal pengumpulan tugas masih mengacu pada periode semester sebelumnya sehingga perlu disesuaikan dengan kalender akademik dan periode tutorial yang sedang berjalan. Sebagai tindak lanjut, UT akan melakukan koordinasi dan pendampingan teknis kepada tutor, terutama dalam pengelolaan aktivitas pembelajaran dan pengaturan jadwal pengumpulan tugas agar Silayar dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Perkembangan Studi Mahasiswa
Pemantauan juga mencakup perkembangan studi mahasiswa. Beberapa mahasiswa masih memiliki mata kuliah inti yang belum dinyatakan lulus sehingga perlu melakukan registrasi ulang dan menempuh kembali mata kuliah tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian karena dapat memengaruhi masa penyelesaian studi serta pemenuhan persyaratan kelulusan dan keikutsertaan dalam proses yudisium.
Untuk mendukung penyelesaian studi, akan dilakukan identifikasi dan pemetaan riwayat akademik mahasiswa sebagai dasar penentuan mata kuliah yang perlu diprioritaskan untuk registrasi ulang. Pendampingan akademik juga diperlukan dalam penyusunan rencana studi agar mahasiswa dapat memenuhi seluruh persyaratan kelulusan dan memiliki arah penyelesaian studi yang lebih terencana.
Kegiatan pemantauan di Lapas Kelas I Madiun menegaskan bahwa penyediaan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa warga binaan perlu diikuti dengan pengawalan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Hasil pemantauan menjadi bahan evaluasi untuk mempertahankan aspek yang telah berjalan baik sekaligus memperkuat bagian yang masih memerlukan perbaikan. Melalui koordinasi dan tindak lanjut tersebut, UT terus mendorong layanan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat.


