Kuliah Umum PELURU Kewirausahaan Series 2: Strategi Meraih 100 Juta Rupiah Pertama

Kuliah Umum PELURU Kewirausahaan Series 2:
“Strategi Meraih 100 Juta Rupiah Pertama untuk Para Perintis Usaha”

14 November 2025 Dipublish oleh: Mahdy Eka Putra

Pada Jumat, 14 November 2025, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Terbuka menggelar kegiatan Kuliah Umum Program PELURU Kewirusahaan Series 2. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube Agribisnis UT ini mengusung tema yang tajam dan menarik, yakni "Strategi Meraih Rp100 Juta Pertama untuk Para Perintis Usaha". Kuliah umum ini menghadirkan narasumber praktisi ahli, yaitu Raden Nanda Teguh Perkasa selaku Marketing Director PT Konten Digital Indonesia sekaligus Owner PT SyarQ Solusi Indonesia.

Zoom Meeting Kuliah Umum
Suasana Zoom Meeting Kuliah Umum PELURU Kewirausahaan Series 2 yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa FST UT.

Acara dibuka tepat pada pukul 13.30 WIB oleh Nurul Khotimah selaku MC pada kegiatan kuliah umum ini, lalu dilanjutkan dengan mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Universitas Terbuka. Rangkaian acara kemudian diteruskan dengan penyampaian laporan kegiatan oleh Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka, Dr. Janhotman, M.Si.. Beliau berpesan agar momen berharga ini dimanfaatkan sungguh-sungguh oleh mahasiswa untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya melalui diskusi aktif. Selanjutnya, sambutan dan arahan diberikan oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka, Dr. Subekti Nurmawati, M.Si.. Beliau menegaskan bahwa melalui skema kewirausahaan pada program PELURU UT x BTN ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman nyata di dunia bisnis sehingga kelak tidak sekadar menjadi sarjana biasa, melainkan lulusan bernilai tambah yang mampu menciptakan lapangan kerja mandiri.

Paparan Narasumber
Narasumber Raden Nanda Teguh Perkasa memaparkan strategi fundamental dalam meraih kesuksesan finansial bagi perintis usaha.

Memasuki sesi inti, Raden Nanda Teguh Perkasa memaparkan fundamental bisnis dengan lugas. Beliau menekankan pentingnya konsep product-market fit, menegaskan bahwa esensi dari berjualan bukanlah perihal menjajakan barang semata, melainkan memastikan produk tersebut mampu menyelesaikan masalah dan membuat hidup konsumen menjadi lebih baik. Nanda juga mengajak peserta memahami esensi analisis segmentasi pasar (TAM, SAM, SOM) serta vitalnya peran "evangelist" (pelanggan pertama yang secara sukarela merekomendasikan produk) bagi perintis bisnis.

Analisis Pasar
Penjelasan mengenai segmentasi pasar dan pentingnya validasi produk di hadapan target konsumen.

Berbeda dari kuliah umum konvensional, acara ini menghadirkan sesi diskusi dan simulasi interaktif yang sangat progresif. Secara berani, beberapa mahasiswa seperti Zahwa Putri dengan produk inovasi kudapan "Renggijoy" dan Nasrul dengan produk buah anggur segar, mengambil kesempatan untuk mempraktikkan teknik story selling secara live. Mereka mendapatkan feedback konstruktif dari narasumber, mulai dari cara memvalidasi kebutuhan pelanggan melalui pendekatan VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) hingga keharusan menyematkan garansi produk demi membangun kepercayaan konsumen.

Simulasi Story Selling
Mahasiswa mempraktikkan teknik story selling dan mendapatkan masukan langsung dari praktisi ahli.

Lebih jauh, Kuliah Umum PELURU Kewirausahaan Series 2 yang telah diselenggarakan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam memfasilitasi mahasiswa untuk terus memperluas kapasitas keilmuan dan keberanian mengambil risiko wirausaha. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan teoritis semata, tetapi juga merawat mentalitas tangguh para agen perubahan demi menciptakan ekosistem bisnis yang dinamis dan berdaya saing global.

Membangun Mentalitas Wirausaha

Kuliah umum ini merupakan komitmen FST UT dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki daya juang tinggi untuk berkontribusi pada kemandirian ekonomi bangsa.

"Lulusan bernilai tambah adalah mereka yang mampu menciptakan solusi dan lapangan kerja melalui kreativitas serta keberanian berinovasi."

Kembali ke Portal Agribisnis